Bersatu, Berjuang Rebut Hak Sejahtera,

Lawan Kapitalisme Imperialisme!

image

Rakyat Miskin belum Merdeka

dpnspri

Rakyat Miskin Belum Merdeka

Pengantar Redaksi

 

Ada sajak pendek Wiji Thukul: "kemerdekaan itu nasi/dimakan jadi tai." Dengan nada sarkatis, Wiji Thukul menyamakan kemerdekaan seperti nasi yang setelah dimakan menjadi kotoran. Ia mengatakan bahwa kemerdekaan tidak bermakna apa-apa karena sebetulnya kita belum merdeka. Dalam sajak lain ia menyuarakan gugatannya:

 

 

Apa yang berharga dari puisiku

Kalau adikku tak berangkat

Sekolah karena belum membayar SPP

 

Itulah derita kaum miskin: adik tidak bisa berangkat sekolah karena belum membayar SPP. Ini  memperlihatkan  bahwa  rakyat  miskin  belum  merdeka  dari  kemiskinan.  Derita  hidup masih terus mendera rakyat miskin karena tidak memiliki akses terhadap sistem ekonomi dan politik. Inilah mengapa kemerdekaan itu hanya milik segelintir orang kaya, tapi tidak bagi si miskin.  Maka apa makna kemerdekaan bagi rakyat miskin?

 

Bagi rakyat miskin, kemerdekaan hanya kata-kata agung yang didengungkan setiap bulan Agustus.  Setiap  bulan Agustus  ada  lomba-lomba  dan  upacara  dengan  umbul-umbul  dan bendera merah putih di mana-mana. Para pejabat sibuk bicara makna kemerdekaan dan para pahlawan, tapi tidak pernah berucap kenapa rakyat belum merdeka dari kemiskinan. Inilah ironi di hari kemerdekaan.  Kita tentu ingat lagu ini:

 

Tujuh belas Agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Merdeka

 

Betul bahwa 17 Agustus memang merupakan hari kemerdekaan kita, tapi itu baru sebatas lagu. Dari Sabang sampai Merauke masih banyak kemiskinan yang berjejer, membentang dari satu pulau ke pulau lain, membuat deretan kaum miskin yang hidup nestapa. Mereka bisa buruh, petani, nelayan dan kaum miskin kota. Hidup tanpa daya di gubuk-gubuk mereka walaupun sudah bekerja keras dari pagi hingga pagi. Beras tidak ada. Uang pas-pasan. Sementara kebutuhan hidup terus mengejar tanpa peduli kondisi. Itulah kondisi rakyat miskin di hari kemerdekaan kita.