Bersatu, Berjuang Rebut Hak Sejahtera,

Lawan Kapitalisme Imperialisme!

image

Press Rilis Koalisi Pemantau Bansos DKI Jakarta

dpnspri

Press Rilis

Koalisi Pemantau Bansos DKI Jakarta

(International Budjet Patnership/IBP, Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia/SPRI, Perkumpulan Inisiatif, Seknas FITRA, Kota Kita)

Diskusi Terbuka Bareng Warga Miskin Kota

Mencegah Modus Pungli BST

 

Pada tanggal 16 Februari 2021 Koalisi Pemantau Bansos DKI Jakarta mengadakan diskusi terbuka dengan topik “Modus Pungli BST”. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Dika Moehamad (Sekjen SPRI), Ari Nurman (Perkumpulan Insiatif), Betta Anugrah (Seknas FITRA), Susan Budi Susilowati  (Kepala Bidang Pengembangan Kesejahteraan Dinas Sosial DKI), Elisabeth Medina (JAGA Bansos KPK) dan di moderator oleh Salbiyah (IBP).

 

Dika Moehammad mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan materi. Temuan SPRI masih ada penyaluran BST yang tidak tepat sasaran seperti keluarga dari kalangan ekonomi yang mencukupi mendapatkan BST. Terdapat 1134 warga miskin kota yang belum mendapatkan BST. Dalam proses pendistribusian masih ditemukan modus pungli dengan berbagai cara seperti uang terima kasih, potongan adminsistrasi dari RT atau RW untuk pembangunan Pos RW, pembelian ambulan, beserta pembangunan tempat ibadah. Temuan selanjutnya masih ada beberapa kepala keluarga tidak dapat mencairkan BST karena kurangnya dokumen yang harus diajukan, selain itu masih ada keluarga yang menerima dua bantuan berbeda (PKH-BPNT-KLJ) juga mendapatkan BST. Temuan SPRI sebanyak 76,8 merasa BST belum mencukupi kebutuhan keluarga.

 

Pemateri selanjutnya Ari Nurman menjeskan bahwa mengktirisi KepDirJen PFM No. 1/6/SK/HK.02.02/1/2021 bahwa dalam keputusan tersebut mengapa tidak menggunakan permensos yang lama yaitu permensos no. 4 tahun 2015 karena peraturan tersebut sama-sama mengatur bantuan tunai. Kemudian bagaimana permensos tersebut mengatur pada kasus penerima ganda bantuan pemerintah. Hal yang perlu diperhatikan juga menurut Nurman adalah bagaimana regulasi tehadap warga yang berhak menerima BST namun pindah tempat tinggal. Dia juga mempertanyakan bagimana cara masyarakat melakukan pengawasan, adakah regulasi untuk masyarakat untuk bertanya dan menyampaikan hasil temuannya di lapangan. Pada provinsi DKI yang mengacu KepGub DKI No. 21 tahun 2021 Nurman mempertanyakan mengapa jumlah penerima BST hanya 1.055.216

 

Pemateri berikutnya Betta Anugrah memberi data gambaran anggaran perlindungan sosial. Berdasarkan data penanganan Covid-19 344 daerah sammpai dengan bulan November anggaran jarring pengaman sosial merupakan anggaran yang tertinggi yakni di 14 Miliar atau 65%. Sementara pada Provinsi DKI Jakarta anggaran Jaminan Sosial dan Perlindungan Sosial tahun 2021 alokasi BST merupakan anggaran dari belanja tidak terduga sebesar 1.55 Triliun. Dari hal tersebut dia mengusulkan dua skenario. Skenario pertama mengacu pada jumlah penduduk miskin dan garis keminskinan DKI Jakarta maret 2020 untuk dua orang dewasa ditambah tiga orang anak bantuan reguler PKH Lokal KPM PKH 1,435,713. Untuk pe rbulannya mencapai 96,722,549,097. Skenario kedua mengacu pada jumlah penduduk miskin DKI Jakarta Maret 2020 dan nilai hidup layak 2020 usulan TURC. Kebutuhan anggaran PKH local per bulan (20%) 80,558,112,859 sedangkan untuk kebutuhan per bulan (25%)   84, 464,422,702.

 

Pemateri keempat dari Dinas Sosial DKI Jakarta Susan menjelaskan bahwa BST merupakan bantuan perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak. BST baru diterapkan di DKI Jakarta tahun 2021 dengan pemberian nominal 300 ribu selama 4 periode atau 4 bulan. Nominal dan periode penerimaan BST mengikuti peraturan pemerintah pusat. Metode penyaluran BST ada 2 jenis yaitu melalaui Bank DKI dan PT. Pos Indonesia. Jumlah peneriman BST sebanyak 1,055,216. Rekapitulasi data penerima BST per Februari 2021 sudah mencapai 85,70% yang terdistribusi, kemudian sebanyak 14,30% yang belum terdistribusi.

 

Pemateri terakhir Elisabet Medina dari KPK membenarkan temuan SPRI mengenai modus pungli melalui aplikasi JAGA BANSOS. Modus pungli biasanya terjadi dipenyaluran melaui komunitas,  karena ada 3 metode penyaluran BST yaitu melalui pengiriman pos, mengambil langsung di kantor POS dan penyaluran melalui komunitas.

 

Jakarta, 16 Februari 2021

 

Narahubung

Dika Moehammad (081316944163)